Benda Mirip Rudal 'Made In USA' Diduga Untuk Komersil-Pertahanan

Andi Nur Isman - detikSulsel
Sabtu, 19 Feb 2022 09:56 WIB
2 Benda mirip rudal Made In USA ditemukan dari Laut Selayar. (dok. Istimewa)
Foto: 2 Benda mirip rudal 'Made In USA' ditemukan dari Laut Selayar. (dok. Istimewa)
Makassar -

TNI AL menduga benda mirip rudal 'Made In USA' di Laut Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel) diluncurkan pihak swasta hingga pihak militer asing. Diduga benda itu untuk kepentingan komersial dan pertahanan.

"Kalau menurut analisa kami pribadi ini bisa digunakan oleh pihak dari militer ataupun pihak swasta," ungkap Komandan Gugus Keamanan Laut (Danguskamla) Koarmada II Laksamana Pertama TNI I Gung Putu Alit Jaya kepada wartawan, Sabtu (19/2/2022).

"Karena kalau peralatan ini untuk mendeteksi data-data di bawah air besar kemungkinan dua-duanya bisa memanfaatkan itu. Baik kepentingan pertahanan ataupun kepentingan komersil," imbuhnya.


Benda mirip rudal yang ditemukan di Kepulauan Selayar diduga sensornya masih aktif. Ternyata peralatan ini untuk mengambil data-data di bawah laut Selayar yang dalam.

"Pada 18 Februari sekitar pukul 12.00 kami menerima serah terima dari aparat TNI Polri dan juga aparat camat dari Kepulauan Selayar. Kami menerima benda ini yang merupakan temuan Bapak Arifin masyarakat nelayan di Pulau Selayar," jelasnya.

Terungkap sudah dua benda serupa yang ditemukan nelayan setempat. Benda pertama yang diserahkan berwarna hijau ditemukan pada 9 Februari 2022 lalu.

Sedangkan benda berwarna merah sudah ditemukan beberapa tahun sebelumnya. Bahkan diperkirakan ditemukan 10 tahun yang lalu oleh masyarakat di Pulau Selayar juga.

"Kemiripan benda ini bisa dikatakan sama. Ini memiliki fungsi yang sama. Sehingga kami analisa benda ini sama, meski pun penemuannya jauh 10 tahun sebelumnya. Namun sensor yang ada di sini masih aktif. Kemungkinan ini masih aktif," jelasnya.

I Gung menuturkan benda yang ditemukan ini memliki kemampuan untuk mendeteksi dan mengambil data-data yang dibutuhkan di bawah permukaan laut. Sehingga pihaknya menilai ada potensi ancaman.

"Sehingga kemungkinan-kemungkinan ke depannya kita harus lebih waspada, karena memang perairan laut Selayar ini menjadi penting bagi kepentingan internasional karena memiliki kedalaman yang cukup tinggi. Di samping itu juga karena ada potensi-potensi ekonomi juga," bebernya.

Dengan penemuan benda ini dia mengingatkan agar kewaspadaan pertahanan lebih ditingkatkan.

"Sampai saat ini kami dapatkan dua ini dan sebelumnya seaglider juga. Sehingga ini menjadi penting bagi kita untuk bisa lebih fokus dalam hal pertahanan di wilayah Sulawesi. Ini juga untuk wilayah lain di Indonesia yang hal sama juga ada beberapa terjadi sebelumnya," tukasnya.

(tau/hmw)