Setelah Donald Trump mengumumkan Kebijakan Tarif Resiprokal pada 2 April di acara Liberation Day AS, babak baru perang dagang dunia versi 2.0 dimulai kembali.
China merespons tarif baru AS dengan membatasi ekspor tanah jarang. Beijing mendesak AS untuk membatalkan tarif sepihak dan menyelesaikan perbedaan perdagangan.
Ketua DPD RI Sultan B Najamudin mendukung langkah pemerintah RI melakukan negosiasi dengan pemerintahan AS buntut kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump.