Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, menyatakan Indonesia kelebihan stok beras dan tidak berencana impor. Pemerintah fokus pada ekspor dan swasembada beras.
Waka Komisi IV DPR Alex Indra Lukman menegaskan pentingnya swasembada beras tanpa impor. Ia dorong regulasi HET beras untuk stabilitas harga dan distribusi.
Kepala desa di Kecamatan Sekotong menolak penyaluran bansos beras karena data penerima bermasalah. Mereka menunggu perbaikan data sebelum menerima bantuan.
Produsen mobil AS menentang tarif 15% untuk impor dari Jepang, menganggapnya merugikan industri dalam negeri. Mereka khawatir kesepakatan ini tidak adil.