Presiden Prabowo Subianto menghapus tantiem BUMN dan memangkas komisaris untuk efisiensi. Kebijakan ini bertujuan perkuat tata kelola dan kesejahteraan rakyat.
Anggota DPR Sarmuji mengusulkan Kepala BP BUMN merangkap Danantara untuk efisiensi kebijakan. Ia menekankan pentingnya profesionalitas dalam rekrutmen.