Wanita berinisial F (42) mengalami 26 luka tusuk usai dibunuh anak kandungnya sendiri menggunakan pisau. Anak korban, yakni AI (12), masih duduk di kelas VI SD.
Ibu Santi rela menjual ginjal demi pendidikan anaknya. Setelah kehilangan putrinya, ia berjuang bangkit melalui UKM, menemukan harapan baru dan dukungan.