Banyaknya pengunjung ke Pulau Dewata tersebut membuat sektor properti semakin berkembang. Tak heran, bayak pengembang yang kini membuka proyek baru di sana.
Ketua PHRI Bali, Cok Ace, bantah Bali dianggap tidak layak dikunjungi pada 2025 karena overtourism. Ia menyebut pengaturan perlu ditingkatkan, bukan kapasitas.