Sebanyak 1.145 personel gabungan disiagakan untuk amankan unjuk rasa Gemarak di depan gedung MPR/DPR/DPD. Pengamanan dilakukan secara persuasif dan humanis.
Wanita inisial FRA (42), Ketua Program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) di Limapuluh Kota, Sumatera Barat, dibunuh pasutri yang jadi nasabahnya.
Warga Tapak Kuda menolak konstatering lahan sengketa oleh PN Kendari, memblokade jalan dan menuntut kehadiran pihak berperkara. Konflik tanah semakin memanas.
Ratusan mahasiswa di Surabaya turun ke jalan menolak UU TNI. Mereka juga secara bergantian melakukan aksi teatrikal dengan membacakan puisi dari Widji Tukul.