Imbas resesi seks, pemerintah Jepang membentuk panel ahli untuk membahas strategi meningkatkan kelahiran di negaranya. Salah satu sorotannya yakni gaya bekerja.
Jepang disebut mengalami 'resesi seks' dilihat dari angka kelahiran yang merosot pada tahun 2022. Hal ini dipicu kurangnya minat warganya untuk bercinta.
Angka kelahiran di Jepang anjlok hingga hanya menyisakan 800 ribu pada tahun 2022. Padahal pemerintah Jepang telah menjanjikan berbagai bantuan keuangan.
Lain dari Jepang yang dihantui resesi seks, RI jauh dari risiko serupa. Pasalnya, jarang ada kasus orang menikah tanpa tujuan berhubungan seks dan punya anak.
Saat ini Jepang tengah waspada dengan jumlah populasinya yang makin banyak lansia, turunnya angka kelahiran, hingga resesi seks dan warga yang enggan menikah.