Sama-sama sebagai pusat kebudayaan Jawa, Solo dan Jogja ternyata punya berbagai adat dan tradisi yang berbeda, termasuk dalam hal berpakaian. Apa saja bedanya?
Tengoklah lorong-lorong sempit Pasar Triwindu, tak sedikit kios yang memajang lampu-lampu gantung peninggalan Belanda. Tak main-main, harganya bisa jutaan.
Ada wedangan berbentuk kaki lima yang menjual nasi bungkus seharga Rp 1.500 hingga model kafe yang bisa menghabiskan uang ratusan ribu rupiah sekali datang.
Taiyoshi Hyakuban di Osaka sudah tidak berfungsi sebagai rumah bordil selama beberapa dekade. Bangunan berusia 100 tahun itu pun menanti untuk diselamatkan.
Jembatan Lama Kota Kediri telah berusia lebih dari 1 abad. Jembatan di atas Sungai Brantas ini menjadi saksi sejarah penjajahan Belanda di Kota Kediri.