Pihak keluarga menemukan sejumlah luka yang diduga bukan bekas tembakan di tubuh Brigadir Yoshua. Luka itu seperti bekas sayatan hingga kaki yang patah.
Ketua RT kediaman Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo tak mengetahui adanya evakuasi jenazah Brigadir Yosua. Dia mengaku tak melihat ada ambulans di hari penembakan.
Mahfud menuturkan kasus tersebut tidak bisa dibiarkan mengalir karena banyak kejanggalan. Kredibilitas Polri menjadi taruhan dalam menangani kasus ini.
Ketua RT Mayjen (Purn) Seno Sukarto dibuat geram dengan insiden polisi tembak polisi yang menewaskan Brigadir J di rumah Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo.
Beberapa hal janggal mengemuka dari tewasnya Brigadir Yoshua di rumah Kadiv Propam. Sejumlah pihak meminta aparat mengusut perkara ini secara transparan.
Keluarga Brigadir J mengungkap kejanggalan dari insiden polisi tembak polisi di rumah Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo. Salah satunya HP Brigadir J hilang.
Kompolnas berharap keluarga Brigadir J yang merasa janggal atas tewasnya Brigadir J bersabar menunggu pemeriksaan menyeluruh dari tim khusus bentukan Kapolri.
Kematian Brigadir J di rumah Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo masih menyisakan misteri. Berikut sejumlah tanda tanya seputar kasus polisi tembak polisi tersebut.