Bukan sekadar perubahan hukum, polemik ini menghidupkan kembali perdebatan lama mengenai peran ganda TNI yang seharusnya telah dihapus pasca Reformasi.
Ketua FSI Johanes Herlijanto menilai menentang penggunaan militer dalam persoalan China dan Taiwan, perlu untuk terus suarakan secara lebih keras dan konsisten.