Para proklamator, Bung Karno dan Hatta, menjadikan Habib Ali Kwitang sebagai penasihat, tempat meminta petuah, dan doa dalam perjuangan menuju kemerdekaan.
Masa depan jurnalisme semakin samar dan tidak jelas, salah satunya karena AI atau kecerdasan buatan yang mengubah kerja jurnalisme dan cara konsumsinya.