Gubernur Sulteng Anwar Hafid dinilai pemimpin populis dengan kebijakan yang langsung berpihak pada kepentingan masyarakat menjelang setahun kepemimpinannya.
Saksi menceritakan diminta oleh salah satu terdakwa untuk tak jujur saat diperiksa KPK dengan menyebutkan uang pemerasan itu sebagai uang terima kasih.