China merespons tarif baru AS dengan membatasi ekspor tanah jarang. Beijing mendesak AS untuk membatalkan tarif sepihak dan menyelesaikan perbedaan perdagangan.
Ketegangan AS-China meningkat setelah Trump menaikkan tarif impor 34% untuk barang China. China membalas dengan tarif serupa, memperburuk perang dagang.
Donald Trump tetapkan tarif impor AS dari Indonesia sebesar 32%. Tarif ini diprediksi akan berdampak dengan produk ekspor dari Indonesia khususnya Sumut.