Meskipun menghadapi tantangan sebagai seorang tunanetra, Putri Ariani menolak hanya dikenal atas kisah pilunya. Ia lebih memilih untuk dikenal melalui bakatnya.
Setelah tuntas bersepeda keliling Indonesia, Ari Yami berambisi melanjutkan perjalanannya gowes dari Majalengka ke Mekah di Arab Saudi untuk menunaikan umrah.