Sejumlah pemuda Kulon Progo punya cara lestarikan kesenian wayang. Mereka membuat gambar tokoh dewa dalam pewayangan dengan daun lontar sebagai kanvasnya.
Tangan kreatif Iskandar mampu menyulap limbah sampah menjadi wayang uwuh yang dilirik mancanegara. Karya wayang uwuhnya itu bahkan eksis hingga Belanda.