Sebelum sukses, Attack on Titan diprediksi gagal karena ceritanya. Namun, dukungan Kodansha mengubahnya menjadi fenomena global dengan 100 juta kopi terjual.
Hasto mengatakan bahwa Pramono-Rano Karno menempatkan diri sebagai perwakilan rakyat Jakarta, bukan perwakilan raja. Ia meminta dukungan warga Jakarta.