Pemerintah akan efisiensi anggaran APBN 2026 untuk menjaga defisit di bawah 3%. Program MBG dan Kopdes berpotensi terpengaruh akibat lonjakan harga BBM.
Perang Timur Tengah antara Iran dan AS mengganggu pasokan energi global, memicu lonjakan harga dan penghematan di berbagai negara. Krisis ini berdampak luas.
Rupiah diprediksi terus melemah terhadap dolar AS akibat suku bunga tinggi dan geopolitik. Ini berisiko menaikkan harga barang impor dan menekan daya beli.
Efisiensi anggaran akan dilakukan agar defisit APBN 2026 di bawah 3% dengan mempertahankan program prioritas seperti MBG dan KDKMP. Begini tanggapan ekonom.
Pemerintah merencanakan efisiensi anggaran untuk mengatasi lonjakan harga BBM akibat konflik di Timur Tengah, tanpa memangkas program prioritas seperti MBG.
Pemerintah mengkaji opsi efisiensi anggaran untuk menekan defisit di bawah 3% amid lonjakan harga minyak. Pemangkasan gaji pejabat dinilai tak signifikan.
Pemerintah kaji WFH satu hari seminggu untuk hemat BBM amid lonjakan harga energi. Namun ada bumerang yang mesti diwaspadai jika wacana ini mau diperluas.
Pemerintah menyusun rencana efisiensi anggaran untuk menjaga defisit APBN 2026 di bawah 3% akibat lonjakan harga BBM. Program prioritas tetap dipertahankan.