Suasana berbeda terjadi pada Sabtu (31/2/2026) malam di kawasan Pattaya, Thailand. Turis tumplek-blek di pantai karena toko, bar, dan kafe tutup sementara.
Presiden Kolombia Gustavo Petro memerintahkan penyelidikan terhadap sejumlah mayat yang terdampar di pantai negara itu, yang diduga korban serangan militer AS.