Ada aturan yang sangat tertata di Gereja Katolik saat pergantian Paus. Masa ini disebut "sede vacante" atau kursi kosong, dan berlangsung dalam tiga tahap.
Paus Fransiskus memilih Basilika Santa Maria Maggiore sebagai tempat peristirahatan terakhirnya. Ia ingin makam sederhana dengan inskripsi "Fransiskus" saja.
Paus Fransiskus sempat mengutarakan keinginannya agar makamnya sederhana, tanpa ada hiasan khusus, dengan batu nisan bertuliskan satu kata: "Fransiskus".
Dunia berduka atas wafatnya Paus Fransiskus, pemimpin Gereja Katolik. Sebelum meninggal, ia menyerukan gencatan senjata di Gaza dan memilih pemakaman sederhana.