Tahun 2025 tercatat sebagai tahun ketiga terpanas dalam sejarah, setelah 2023 dan 2024, dengan suhu global mendekati ambang batas 1,5°C Perjanjian Paris.
Dunia sedang dalam jalur yang peningkatan suhu hingga 1,8 derajat Celsius atau 3,2 Fahrenheit. PBB memperingatkan akan terjadi pemanasan global yang parah.
Data terbaru menunjukkan 2025 sebagai tahun terpanas ketiga yang pernah tercatat. Temuan ini menandai dunia kian dekat melampaui batas aman pemanasan global.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan persatuan seluruh elemen bangsa penting dalam menghadapi tantangan global, khususnya konflik di Timur Tengah.
Penelitian ini menjelaskan pemanasan global tingkatkan frekuensi dan keparahan kebakaran hutan. Sehingga, permukaan lahan yang terbakar pun jadi lebih panas.