Fenomena Rasdul Kiblat terjadi dua kali setahun, memungkinkan umat Islam memverifikasi arah kiblat dengan akurasi tinggi menggunakan bayangan matahari.
Seorang perempuan Spanyol, Angeles Duran, mengklaim kepemilikan Matahari dengan dasar hukum internasional. Ia berencana mengenakan biaya untuk penggunaannya.