Sungguh meyakinkan tuturan perempuan penjual dawet di dekat pintu 3 Stadion Kanjuruhan itu. Hanya suaranya yang beredar viral. Sosoknya seolah tak pernah ada.
Rencana pemerintah untuk menghapus pelajaran kewarganegaraan dan memasukkannya sebagai bagian mata pelajaran Pancasila dinilai tidak memiliki dasar akademis.