Ledakan terjadi di sepanjang garis pemisah Korea Utara (Korut) dan Korea Selatan (Korsel), melukai seorang perwira militer Korsel yang sedang berpatroli.
Pemerintah Korea Selatan melalui Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata (MCST) menanggapi soal PUBG dikaitkan dengan ledakan di SMAN 72 Jakarta.
Pemerintah Korea Selatan menangapi pernyataan Mensesneg, Prsetyo Hadi, yang mengaitkan ledakan di SMA 72 Jakarta dengan game kepunyaan Krafton, yakni PUBG.
Presiden Korsel Yoon Suk Yeol diinterogasi oleh Kantor Investigasi Korupsi untuk Pejabat Tinggi (CIO) atas tuduhan pemberontakan terkait darurat militer.