Arifin menjadi pengemudi ojol sejak tahun 2017. Awal ia narik mampu menghasilkan Rp 150-200 ribu dalam sehari. Kini, dia menyebut hanya bisa dapat Rp 50 ribu.
Di tengah demo ojol di depan DPR RI, banyak pengemudi tetap beroperasi. Mereka memilih bekerja sambil merekam aksi, meski ada tuntutan penting yang disuarakan.
Massa ojol menggelar demonstrasi di DPRD dan Balai Kota Solo. Mereka menuntut penghapusan program hemat dan potongan aplikasi tak lebih dari 10 persen.
Driver ojol di Bandung Raya memilih dialog dengan pemerintah daripada aksi mematikan aplikasi. Mereka menuntut penegakan aturan dan mempertahankan potongan 20%.