Gerakan perlawanan bersenjata mengkritik junta militer Myanmar karena melakukan serangan udara di desa-desa saat negara itu terguncang oleh gempa bumi M 7,7.
Seorang ibu hamil korban gempa Myanmar dievakuasi setelah 2 hari tertimbun reruntuhan apartemen. Sedihnya, ibu hamil itu justru meninggal tak lama setelah itu.