Makam-makam palsu di Ngawi dan Mojokerto dibongkar warga. Pembongkaran dilakukan karena makam-makam tersebut dianggap palsu dan mengaburkan sejarah leluhur.
Warga kolong jembatan Jelembar Baru resmi direlokasi ke rusun Rawa Buaya. Mereka menerima hunian layak setelah bertahun-tahun tinggal di kolong jembatan.
Gus Miftah, pendakwah kontroversial, disorot setelah menghina penjual es teh. Pengakuan keturunannya diragukan karena tak ada dalam silsilah Kiai Hasan Besari.