Moskow menuding intelijen Kyiv berupaya merekrut seorang pilot militer Rusia untuk menerbangkan pesawat pengebom itu ke wilayah Ukraina usai membajaknya.
Rusia mengklaim pesawat pengebomnya melakukan patroli udara bersama jet pengebom China di wilayah timur Jauh Rusia dan Laut Bering yang terletak dekat Alaska.