Banjir dan tanah longsor yang menerjang Aceh selama seminggu terakhir telah membangkitkan kenangan traumatis, salah satunya bagi nelayan bernama Effendi.
Kita sedang mengalami tsunami publikasi. Jika dulu menerbitkan artikel di jurnal ilmiah merupakan capaian prestisius, kini jadi semacam keharusan administratif.