Selain menewaskan ratusan warga sipil, serangan Israel terhadap Iran sejak Jumat (13/6/2025) juga menewaskan sejumlah petinggi Garda Revolusi Islam Iran.
Protes menantang pemerintahan Iran terus berlanjut di tengah penindakan keras aparat. Sementara, pemerintah mengumumkan rencana aksi perlawanan nasional.
Layanan dinas darurat Israel melaporkan sedikitnya 34 orang mengalami luka-luka akibat rentetan serangan rudal yang dilancarkan Iran pada Jumat (13/6) malam.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan negaranya tidak berniat untuk mengembangkan senjata nuklir, saat pertempuran sengit dengan Israel berlangsung.
"Keputusan untuk membuka kembali perekonomian dan berbagai wilayah secara bertahap merupakan pesan kemenangan atas musuh Iran," klaim Menhan Israel Katz.
Trump meningkatkan tekanannya terhadap Presiden Israel Isaac Herzog dalam upayanya mendapatkan pengampunan untuk Netanyahu, yang menghadapi tuduhan penyuapan.