Bersama 15 tenaga keamanan lain, Sutrimo menjaga rumah Febrie Adriansyah hampir 24 jam. Ia diperintah mengawasi rumah eks Jampidsus dari jurnalis dan intel.
Spanduk sewa di Klinik Mordent mengarah ke Nurman Herin. Rekaman CCTV rumah sakit memperlihatkan empat pria yang mengantar Sutrimo, termasuk Febrio Adiono.
Polda Metro Jaya melakukan ekshumasi jenazah Sutrimo untuk menentukan penyebab kematiannya. Hasil pemeriksaan DNA dan jaringan akan diumumkan dalam dua minggu.
Kuasa hukum keluarga Sutrimo, Aan Rohaeni, mengungkap kondisi jenazah saat ekshumasi. Keluarga berharap hasil pemeriksaan dapat menjelaskan penyebab kematian.
Anggota DPR Teuku Ibrahim mendesak pengusutan tuntas kematian Sutrimo di depan klinik kecantikan. Ia minta transparansi dan kecepatan dalam penyelidikan.