Wacana pembatasan game online seperti PUBG muncul setelah insiden ledakan di Jakarta. Pakar pendidikan menyoroti dampak negatif dan pentingnya pengawasan.
Jumlah anak terpapar paham radikal terorisme meningkat, dengan 110 anak teridentifikasi pada 2025. Rekrutmen melalui game online jadi salah satu modus utama.