Absennya psikolog di sekolah memungkinkan siswa dengan kebutuhan khusus tidak terdeteksi dan diperlakukan dengan benar, sehingga mengalami perundungan.
Program makan siang dan minum susu gratis bagi siswa perlu mendapat perhatian karena diperlukan biaya tidak sedikit untuk mewujudkan janji politik ini.
Kasus bullying yang terus terjadi tidak bisa diatasi dengan pendekatan kasuistik. Diperlukan pendekatan makro dan sistematis untuk menyelesaikan akarnya.