Kemenkes RI melaporkan peningkatan kasus COVID-19 di Indonesia menjadi 8%. Varian MB.1.1 dan KP.2.18 mendominasi, sementara varian Nimbus belum ditemukan.
Ilmuwan mengungkap penyebab efek samping langka yakni pembekuan darah bagi mereka yang sudah menerima vaksin COVID-19 berbasis adenovirus, termasuk AstraZeneca.