Dinas Lingkungan Hidup Tarakan Timur lakukan pengujian kualitas udara akibat meningkatnya titik api. Pengujian ini penting untuk memantau dampak pencemaran.
Sebanyak 260 alat pemancar frekuensi digunakan warga di habitat Pesut Mahakam untuk mencegah satwa langka tersebut mendekati jaring nelayan di Sungai Mahakam.