Setelah 19 tahun tragedi lumpur Lapindo, Tasripan (77) masih bertahan di gubuk reyot. Ia mencari botol bekas untuk makan sehari, meski hidup dalam keterbatasan.
Ketika sudah tak lagi digunakan, gadget dan benda-benda elektronik bisa menjelma menjadi benda dengan kandungan logam berat yang membahayakan lingkungan.