Ratusan warga Cianjur berangkat sebagai PMI nonprosedural ke Timur Tengah setiap minggu. Praktik ini diduga melibatkan oknum instansi dan berisiko tinggi.
Penurunan jumlah pelanggan membuat pemilik kedai kopi memutuskan menjual kios Rp 34 juta. Namun, kios tersebut masih belum laku hingga membuatnya semakin rugi.