Sejumlah awak redaksi media Narasi mengalami upaya peretasan. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mempersilakan peristiwa peretasan dilaporkan ke polisi.
Gus Maksum mengibaratkan Puan tengah kembali ke rumah yang telah dibangun oleh Bung Karno dan para Kiai NU. Para Gus sepakat memanggil Puan dengan sebutan Ning.