Polisi mengungkap kasus mafia tanah yang melibatkan oknum mantan pegawai Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) di Bogor. Total kerugian Rp 15 miliar.
Kepala Puskesmas Selbar, dr Wayan Arya Putra, mengaku sempat tak percaya dengan penahanan salah satu stafnya, Putu Bagus Galih Pramana, karena kasus uang palsu