Kecanggihan teknologi berupa taksi tanpa sopir di Amerika Serikat memicu kontroversi, dari kecelakaan hingga penumpang yang berhubungan seks di bangku belakang.
Uni Eropa ingin mengikuti jejak AS menerapkan tarif tinggi impor kendaraan elektrik murah dari Cina. Ini dikhawatirkan memicu tindakan balasan dari Beijing.