Amerika Serikat mengawali proyek kebebasan atau project freedom di Selat Hormuz dengan menyerang 7 kapal cepat Iran di Selat Hormuz menggunakan helikopter.
Dosen UI Asra Virgianita menilai gencatan senjata AS-Iran tidak menjamin perdamaian jangka panjang. Menurutnya kesepakatan tersebut lebih bersifat taktis.
Kapal tanker Iran, DERYA, membawa 1,88 juta barel minyak, terdeteksi di perairan Indonesia. Pemerintah RI lakukan verifikasi dan pantau kepatuhan hukum laut.
PM Israel Netanyahu mengancam akan membunuh Mojtaba Khamenei, dan berjanji terus menyerang Hizbullah. Dia menegaskan ancaman nuklir Iran harus diatasi.