WHO menyuarakan keprihatinan pada 20 anak yang meninggal akibat sirup obat batuk yang terkontaminasi. Diketahui, produksi obat dilakukan di tempat penuh sampah.
Hujan deras di Mataram menyebabkan selokan meluap dengan sampah, termasuk galon dan spring bed. Warga minta sanksi tegas untuk pembuang sampah sembarangan