Sidang lanjutan perkara pembunuhan terhadap Brigadir Yosua dengan terdakwa sopir keluarga Ferdy Sambo, Kuat Ma'ruf, riuh dengan tawa pengunjung sidang.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebut ada 2 laporan kepolisian terkait kasus polisi tembak polisi, yakni percobaan pembunuhan dan ancaman kekerasan.
LPSK sebut CCTV yang ditampilkan saat pertemuan di Polda Metro merupakan hasil editan. CCTV itu sudah ditambahi backsound untuk menunjukkan PC adalah korban.
AKP Irfan Widyanto membantah keterangan satpam Kompleks Polri Duren Tiga yang menyebut ada orang tak dikenal mengganti CCTV di pos satpam Kompleks rumah Sambo.
Majelis hakim yang mengadili Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi mencecar ajudan Sambo terkait keberadaan Putri saat Brigadir N Yosua Hutabarat ditembak.
Ferdy Sambo mengaku usai peristiwa penembakan Yosua, dirinya mengelap pistol jenis HS milik Yosua menggunakan masker kain untuk menghilangkan sidik jarinya.