Saudi Aramco mengantongi laba US$ 30,4 miliar atau Rp 431,6 triliun (kurs Rp 14.200). Hal ini dikarenakan pembukaan kembali ekonomi dan melonjaknya harga.
Semakin banyak rakyat Afganistan tanam opium untuk bertahan hidup di tengah kemiskinan. Taliban tampaknya tidak akan melarang penanaman komoditi narkotika ini.