Palestina menyerahkan peluru yang menewaskan jurnalis Al Jazeera kepada Amerika Serikat. Tindakan itu untuk membuktikan peluru itu ditembakkan oleh Israel.
Parmanto dianggap membocorkan informasi yang membuat petinggi Darul Islam tertangkap. Pada 11 Januari 1979, beberapa orang mendatangi rumahnya dan menembaknya.