Dalam kesempatan tersebut, Fatma Gus Ipul berinteraksi, bermain, dan memberikan motivasi kepada anak-anak agar tetap optimistis dalam mengejar cita-cita mereka.
Akhir pelarian Noordin M Top berakhir di Solo, tewas dalam penggerebekan Densus 88 pada 17 September 2009 setelah sembilan tahun menjadi buronan teroris.