Museum ini memamerkan koleksi kujang dari abad ke-9 dan menjadi pusat kajian budaya yang mengintegrasikan pelestarian tradisi dengan nilai-nilai keberlanjutan.
Efisiensi anggaran Perpusnas RI mengancam program pelestarian naskah kuno. Anggaran turun hampir 80% sehingga mengurangi jumlah naskah yang dipreservasi.