Bank Raya Indonesia Tbk laporkan pertumbuhan positif bisnis digital Q1 2026, dengan laba bersih Rp6,79 miliar dan rencana ekspansi inovasi untuk masa depan.
BKN menilai kebijakan Gubernur Sulbar Suhardi Duka menonjobkan 95 pejabat memicu kegaduhan, sehingga layanan ASN digital tetap diblokir dan belum dibuka.