Laporan terbaru dari Uni Eropa, terungkap bahwa jejaring media sosial X yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter memiliki paling banyak konten misinformasi.
Koordinator MAKI melaporkan akun TikTok ke polisi atas dugan penyebaran video hoax 'Prabowo bagi-bagi uang ke Effendi Simbolon'. Nama MAKI dicatut di video.