Kekhawatiran orang tua santri Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo, mereda setelah anaknya selamat dari insiden ambruknya musala. Dia tetap akan melanjutkan pendidikan.
Tim SAR tidak menemukan tanda kehidupan di reruntuhan Ponpes Al Khoziny. Cerita haru para santri selamat, termasuk amputasi dan pengalaman spiritual mereka.
Jayanti tak menyangka percakapannya dengan M Muhfi Alfian, Senin (29/9), jadi yang terakhir. Putranya itu masih hilang setelah pesantren Al Khoziny runtuh.
Kapolda Jatim Irjen Nanang mengungkapkan 50 korban ambruknya Ponpes Al Akhoziny belum ditemukan. Proses identifikasi jenazah terus dilakukan di RS Bhayangkara.
Upaya evakuasi korban runtuhnya musala Ponpes Al Khoziny di Sidoarjo terus dilakukan. DLHK menciptakan cairan penetral bau organik untuk bantu proses evakuasi.